Total Tayangan Laman

Selasa, 15 Maret 2011

kode etik

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kode etik keperawatan merupakan sebuah pedoman yang harus dipatuhi dan dicermati oleh seorang perawat, apa yang sudah disepakati oleh sebuah lembaga yang yang berwenang.Dalam hal ini terdapat berbagai aturan-aturan yang harus dilaksanakan. Sebagai seorang perawat yang professional hendakya selalu berpedoman kepada aturan /ketentuan yang berlaku, baik itu dalam kehidupan sehari-hari, dan khususnya dalam memberikan sebuah asuhan keperawatan kepada klien sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara seorang perawat dengan perawat, perawat dengan klien,perawat dan masyarakat guna menghindari disorientasi atau salah dalam prosedur pemberian askep.
B. Tujuan dariR Penulisan :
Kami membuat laporan ini mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, dimana seorang perawat wajib mematuhi peraturan – peraturan yang berlaku, seorang perawat sebisa mungkin harus bisa menghindari masalah-masalah yang mungkin timbul, mengerti apa saja yang terkandunng di dalam kode etik keperawatan. Itulah yang kami harapkamn dari penulisan laporan ini.
C. Rumusan Masalah
Dalam penyusunan laporan ini terdapat berbagai masalah yang muncul seperti :
1. Apa saja poin yang terdapat dalam kode etik keperawatan ?
2. Apa saja pelanggaran yang terjadi dalam kode etik keperawatan ?
3. Apa saja solusi untuk mengatasi masalah tersebut ?

BAB II
METODOLOGI

Metodologi adalah cara yang digunakan dalam pengumpulan data-data yang bersifat objektif dari berbagai sumber. Mencantumkan beberapa variable yang berhubungan dengan permasalahan yang kita bahas. Dimana permasalahan tersebut sedang dicari penyelesaianya. Dalam penyusunan laporan ilmiahn ini, kami menggunakan metode sebagai berikut :
1. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode yang digunakan dalam mengumpulkan data atau informasi yang dilakukan dengan membahas bersama sama apa yang menjadi sebuah masalah.

BAB III
ISI PEMBAHASAN


A. Pelanggaran Kode etik Keperawatan
1. Perawat dan Klien
a. Perawat yang membeda-bedakan latar belakang klien dan memberikan askep yang tidak sesuai dengan kode etik dan SOP.
Ex : Ada 2 orang klien berbangsa yang berbeda (Indonesia & LN ), dalam hal ini seorang perawat lebih memilih Indonesia dari pada luar negeri padahal luar negeri lebih membutuhkan pertolongan.
Solusi ; Perawat yang professional adalah perawat yang tidak membeda-bedakan antara suku-bangsa, agama, dan ras dalam memberikan askep, jika ada perawat yang melanggar akan mendapat sangsi dari instansi yang terkait.
b. Perawat yang selalu memaksakan kehendaknya kepada kklien dalam pemberian askep(cultural imposition)
Ex : seorang perawat yang memaksakan kebudayaannya diatas kebudayaan klien yang tidak sesuai.
Solusi : Perawat wajib selalu memvalidasi data tentan klien(kebudayaan, adat istiadat ) sehingga tidak terjadi disorientasi / kesalahan antara perawat dan klien.
c. Perawat lebih mendahulukan klien yang kaya daripada yang miskin, padahal yang miskin lebih membutuhkan.
Ex : Perawat lebih mementingka yang kaya dari pada yang miskin
Solusi : Perawat harus mempertimbangkan mana dulu yang harus didahulukan sesuai dengan keadaan.




d. Perawat tidak bisa menjaga rahasia tentang klien
Ex : Misalkan ada seorang klien dengan keluhan AIDS/Shipilis, perawat yang menangani tidak bisa merahasiakan hal itu kepada orang lain.
Solusi : Perawat harus menjaga dan menghargai hak klien.
2. Perawat dan Praktik
a. Perawat tidak mempunyai tekad untuk menambah wawasan yang baru dalam dinia keperawatan.
Solusi : Karena Ilmu keperawatan lebih berkembang, perawat harus mengikuti perkembangan tersebut dan menerapkan dalam praktek keperawatan.
b. Perawat tidak professional dalam memberikan askep dan kurang mampu dalam memahami kebutuhan pasien.
Solusi : Perawat harus lebih memperhatikan kebutuhan pasien untuk mempercepat penyembuhan penyakit pasien.
c. Perawat mwngabaikan delegasi atau perintah atas dokteryang bertanggung jawab dan memberikan delegasi yag kurang jelas kepada klien serta memberikan konsultasi yang menyimpang kepada klien demi meraih keuntungan personal.
Solusi : Perawat dalam mengambil sebuah keputusan harus bisa dipertanggungjawabkan.
d. Perawat berperilalku tida sopan, tidak ramah, dan dalam prakteknya tidak memperhatikan standart yang berlaku dalam suatu instansi.
Solusi : Perawat seharusnya mempunyai kepribadian yang baik & memperhatikan standar yang berlaku dalam suatu instansi.
3. Perawat dan Masyarakat
a. Perawat membuka praktek di daerah tertentu tanpa sirat izin atau SIPP.
Solusi : Perawat harus bekeerja sama denga pihak Rumah Sakit dengan mengadakan posko kesehatan didaerah yang terkena bancana.
b. Perawat dalam proses membantu pengobatan dan memberikan obat-obatan kepada pesien tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku da kondisi pasien.
Solusi : Memberikan Obat-obatsan yang sesuai prosedur dan sesuai dengan kondisi pasien.
c. Perawat mengadakan pengobatan di daerah tanpa didampingi dokter atau ahli kesehatan lainnya.
Solusi : Perawat harus melakukan kolaborasi dengan dokter/ ahli kesehatan lainnya.
4. Perawat dan Teman Sejawat
a. Perawat A mempunyai masalah Pribadi dengan Perawat B diluar profesionalisme sebagai perawat, masalah tersebut lalu dibawa dalam situasi pekerjaan sehingga terjadi ketidak harmonisan sehingga tidak terjadi pelayanan kesehatan yang diharapkan.
Solusi : Sebagai seorang perawat yang professional sebaiknya tidak membawa masalah pribadi dalam pekarjaan, sehingga akan terjadi keharmoonisan dalam bekerja dan dapat memberikan pelayanan yang optimal.
b. Dalam bekerja seorang perawat melakukan kerja sama dengan perawat lain untuk melakukan tindakan yang tidak etis, diliar profesionalisme sebagai perawat seperti menggoda pasien, meminta nomor pasien dll.
Solusi : Perawat tidak boleh bekerja sama dengan perawat lain untuk melakukan tindakan yang tidak etis dan seharusnya kita sebagai perawat jika melihat pelanggaran tersebut wajib menegur.
5. Perawat dan Profesi
a. Perawat tidak mentaati peraturan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dalam instansi tersebut, yaitu seorang perawat tidak melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
Solusi : Perawat harus menjalankan tugas sesuai dengan peraturan sebagai perawat profesional.
b. Perawat kurang berperan dalam kegiatan seminar dan pelatihan kerja.
Solusi : Perawat harus berperan aktif dalam berbagai kegiatan seperti seminar dan pelatihan kerja.
c. Perawat kurang disiplin dalam menjalankan tugasnya, serta kurang tanggap dalam menangani pasiennya, sehingga menyebabkan ketidak efektifan dalam bekerja dan tidak memiliki mutu sebagai seorang perawat profesional.
Solusi : Perawat harus menjalankan tugasnya dengan disiplin, tanggap, cepat, dan tanggungjawab.

DAFTAR PUSTAKA

Pengurus Pusat PPNI.2000.Kode Etik Keperawatan Lambang Panji PPNI dan
Ikrar Keperawatan.Jakarta:PPNI

Lampiran

Kode Etik Perawat Indonesia

A. Perawat dan Klien
1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukaan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
2. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari klien.
3. Tangggunng jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.
4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
B. Perawat dan Praktik
1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetisi dibidang keperawatan melalui belajar terus-menerus.
2. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan klien.
3. Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.
4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu menunjukan perilaku profesional.

C. Perawat dan Masyarakat
Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhu kebutuhan dan kesehatan masyarakat.
D. Perawat dan Teman Sejawat
1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasanaa lingkungan kerja maupun dalammencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
2. Perawat bertindak melindingi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan ilegal.
E. Perawat dan Profesi
1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan stanar pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.
2. Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengambanganprofesi keperawatan.
3. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar